Halo, Microstocker! Artikel kali ini bakal berguna buat kamu yang lebih fokus ke konten ilustrasi dan vektor. Wajib dicatat supaya nanti konten vektor atau ilustrasimu bisa lolos review di Shutterstock. Kamu bisa cek juga beberapa tips lain di video modul microstocker.id.
Khusus untuk vektor dan ilustrasi, ada beberapa tahap pemeriksaan yang harus dilewati agar bisa dipakai untuk lisensi kreatif, lisensi data, atau bahkan keduanya:
- Kalau vektor atau ilustrasimu sudah memenuhi semua persyaratan hukum, aturan, data pelengkap (metadata), dan secara kualitas, konten tersebut akan tersedia untuk lisensi kreatif dan data. Kecuali kamu memang memilih untuk tidak ikut dalam program lisensi data.
- Nah, kalau vektor atau ilustrasi tidak memenuhi persyaratan di poin tadi, konten tersebut akan langsung ditolak dan tidak bisa masuk ke marketplace.
Persyaratan Kualitas untuk Vektor dan Ilustrasi
Semua konten yang dikirim ke Shutterstock akan di-review apakah ada permasalahan secara kualitasnya atau tidak. Pastikan semua syarat kualitas di bawah ini terpenuhi sewaktu submit:
- Kualitas Rasterization
Masalah rasterization muncul saat vektor diubah ke gambar berbasis piksel, atau saat gambar berbasis raster dibuat dengan resolusi yang kurang tinggi. Contohnya, tepi gambar yang buram atau kasar, serta artefak kompresi (gambar pecah karena terlalu dikompres).
- Komposisi Desain
Masalah komposisi desain itu berkaitan dengan objek yang tidak sejajar, salah penempatan, kesalahan pemotongan (cropping), atau teks yang sulit dibaca. Pastikan kamu menyusun elemen desain secara rapi tanpa mengurangi kegunaan ilustrasi atau vektor.
- Path Construction
Seperti yang kita tahu, ada beragam style artistik, yang mana tiap orang pasti punya style-nya sendiri. Tapi perlu diingat kalau vektor dan versi raster-nya harus dibuat dengan cara yang bersih, rapi, dan mudah dipahami supaya pembeli mudah menggunakannya. Kalau path terlihat berantakan atau tidak beraturan, bisa jadi akan ditolak oleh platform microstock.
- Gradients / Blends
Banyak fitur di program desain yang bisa menerapkan gradient ke objek dan mengatur posisi, arah, serta transisi efek tersebut. Sebisa mungkin hindari efek transisi gradient yang kasar atau bergerigi (sering disebut "banding").
- Seamless Design
Seamless design adalah aset yang memang dibuat untuk digandakan dan digabungkan sehingga menghasilkan pola besar yang mulus dan transitionless. Saat membuat desain seamless, kamu harus memastikan bahwa ketika gambar dijejerkan, tidak ada batas yang terlihat di semua sisinya. Selain itu, pastikan juga kamu tidak bisa membedakan di mana satu gambar berakhir dan salinannya dimulai.
Persyaratan Khusus Vektor
- Bitmaps
Vektor harus disimpan dalam format EPS 8 atau EPS 10 agar bisa di-submit ke Shutterstock. Bitmapping terjadi ketika file yang mengandung efek berbasis piksel dan teknik transparansi tertentu disimpan ke versi Illustrator yang lebih lama. Efek dan teknik semacam ini mungkin tidak kompatibel dengan format EPS 8 atau 10, sehingga komponen dan efek file vektor tidak bisa diedit oleh pembeli.
- Ketidaksesuaian Warna (Color Mismatch)
Tergantung tujuan penggunaan vektor, kamu harus hati-hati menerapkan color space yang benar saat membuat konten. Karena mode warna CMYK digunakan untuk desain cetak dan mode warna RGB untuk keperluan digital, desain yang sama bisa terlihat berbeda di setiap color space. Nah, konten yang menunjukkan perubahan warna signifikan yang otomatis muncul antara file EPS dan JPEG bisa jadi akan ditolak nantinya.
- Profil Warna (Color Profiles)
Kamu harus memperhatikan baik-baik akan membuat vektor atau ilustrasi dalam color space CMYK atau RGB, tergantung tujuan akhir penggunaan vektor, seperti untuk dicetak atau publikasi digital. File EPS atau elemen di dalamnya yang berasal dari profil warna yang berbeda tidak akan lolos review saat submission.
- Objek Vektor Tambahan (Extra Vector Objects)
Preview vektor di platform microstock harus cocok dengan isi file EPS. Objek apa pun di luar artboard atau layer tersembunyi harus dihapus dari file sebelum dikirim.
- Format EPS
Vektor harus disimpan dalam format EPS 8 atau EPS 10 agar kompatibel dengan berbagai jenis software editing vektor.
- Objek Vektor Tidak Dapat Diakses (Inaccessible Vector Objects)
Semua objek dalam file vektor harus diperluas (expanded) agar setiap elemen file vektor mudah diakses oleh pelanggan. File EPS yang mengandung brushes atau efek yang belum diperluas (unexpanded) bisa jadi ditolak saat review.
- Persyaratan Font (Font Requirement)
Live font adalah teks apa pun yang belum diubah menjadi outlined shapes. Agar font dapat ditampilkan dengan benar, font aslinya harus dimuat di komputer pengguna. Live font dapat mengakibatkan preview gambar yang tidak cocok. Karena itu, pastikan vektor milikmu mengandung live font yang sudah dikonversi sebelum submit.
Jangan lupa catat beberapa tips di atas dan praktikkan supaya tidak lupa! Practice makes perfect. Kalau masih ada pertanyaan, langsung tulis di kolom komentar, ya!